Rabu, 18 November 2009

Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925, anak tertua dari M. Toer, kepala sekolah Institut Boedi Oetomo ini semasa hidupnya banyak melahirkan karya brilian: tulisan berbentuk artikel, puisi, cerpen maupun novel, hingga melambungkan namanya sekelas dengan para sastrawan dunia seperti Gunter Grass (Jerman), Albert Camus, Jean-Paul Satre (Perancis), Multatuli (Belanda), John Steinbeck (Amerika), Rabindranath Tagore (India), Gao Xinjian (Cina), Gabriel Garcia Marquez (Kolombia), maupun Jose Saramago (Portugis).

Sosok yang diidentikkan sebagai tokoh demokrat sejati dan pejuang penegakan hak asasi manusia ini pada tahun 2002 pernah dinobatkan sebagai “Pahlawan Asia” oleh majalah Time Singapore. Memang, beliau semasa hidupnya sangat produktif dalam menulis. Berbagai penghargaan pernah diberikan padanya, beberapa di antaranya adalah dari UNESCO, The Wertheim Foundation (Belanda), Ramon Magsaysay Award Foundation (Filipina), University of Michigan, University of California (AS), Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique Francaise (Perancis) hingga Fukuoka Cultural Grand Prize (Jepang).