Sabtu, 04 Februari 2017

Belajar dari penderita lupus....


Hari Rabu kemarin saat ngantri dr THT di RS Dharmais, saya ngobrol dengan seorang ibu yang berasal dari kotanya Jokowi, Solo Jawa Tengah. Si ibu ini lagi mengantar bapak mertuanya. Bapak Mertuanya sama seperti saya menderita cancer nasofaring yang kata ibu harus diangkat pita suaranya, sehingga menjadi bisu selamanya. Alhadulillah saya tidak sampai mengalami sejauh itu. 

Sabtu, 14 Januari 2017

Kontroversi Vitamin B 17


Seorang sahabat mensharing sebuah artikel yang sangat bombastis : "Rahasia itu terbongkar : Kanker bukanlah penyakit tetapi bisnis!" wow....sebuah pernyataan yang bisa menyakiti survivor cancer tidak kritis.

Rabu, 17 Agustus 2016

Sinar Dalam, Ujung proses pengobatan? (bagian ke 10)


Jika ingin mengikuti dari awal silahkan baca tulisan sebelumnya :

Setelah tuntas menyelesaikan sinar (luar) dengan susah payah, sampai sampai harus menginap di RS selama 2 minggu, senang rasanya bisa mengakhiri proses radiokemo. Proses yang paling panjang dan paling berat. Hanya semangat ingin sembuh yang membuat saya masih bisa bertahan. Pengobatan selanjutnya adalah sinar dalam. Apa sih sinar dalam ?

Sabtu, 16 Juli 2016

Radiokemo, babak baru pengobatanku (bagian ke 9)


Jika ingin mengikuti dari awal silahkan baca tulisan sebelumnya :

Sunguh sulit menyelesaikan tulisan ini bukan saja karena waktu tetapi juga harus benar benar fokus mengingat kejadian setahun lalu. Hasilnya mungkin tidak sedetail sebelumnya namun muah mudahan bisa menggambarkan proses sebenarnya.

Pilih aku atau ibumu


Pagi - pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu Sarah
pasti bertengkar lagi dengan Rafi suaminya. Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelfon sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya. Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya
dengan Rafi tadi malam. 

Minggu, 19 April 2015

Namaku Uang


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.

Jumat, 17 April 2015

Kakek Penjual Amplop


Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.