Sabtu, 16 Juli 2016

Radiokemo, babak baru pengobatanku (bagian ke 9)


Jika ingin mengikuti dari awal silahkan baca tulisan sebelumnya :

Sunguh sulit menyelesaikan tulisan ini bukan saja karena waktu tetapi juga harus benar benar fokus mengingat kejadian setahun lalu. Hasilnya mungkin tidak sedetail sebelumnya namun muah mudahan bisa menggambarkan proses sebenarnya.

Pilih aku atau ibumu


Pagi - pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu Sarah
pasti bertengkar lagi dengan Rafi suaminya. Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelfon sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya. Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya
dengan Rafi tadi malam. 

Minggu, 19 April 2015

Namaku Uang


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia. Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.

Jumat, 17 April 2015

Kakek Penjual Amplop


Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.

Senin, 13 April 2015

Mengejar hati yang bahagia


Kegelisahan, kesedihan, sulitnya hati khusyu', galau, sesaknya dada... Semua itu bisa hilang dgn berbuat baik pada orang lain. Seseorang pernah mengeluh kepada Nabi tentang kerasnya hatinya, maka Nabi berkata ((Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan kepada si miskin)).

Jumat, 06 Maret 2015

Bungkus & Isi


Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia. Menjemukan bila pikiran hanya diguna kan untuk mencari mengurus BUNGKUS-nya saja serta mengabaikan mengacuhkan ISI-nya.

Sabtu, 21 Februari 2015

Jangan Menilai Orang Dari Penampilan Luarnya Saja


"Usai maghrib saya kedatangan tamu dirumah".
“ Assalamualaikum “ sapanya ketika sampai didepan pintu
“ Waalaikum salam “ Jawab saya sedikit kaget karena tidak mengenal tamu ini.”
Anda siapa? “ tanya saya
“Saya Sobari.“ katanya dengan wajah diliput senyum.
"Bapak pengurus Masjid?
“ Ya. Betul Pak. Ada apa ? Apa yang dapat saya bantu“