Pagi ini anakku bangun tidur menangis karena mendapati kamarnya kosong. Aku sedang mandi sedangkan istriku sedang memandikan si dede yang baru lahir Jumat kemarin. Sang kakak sambil terisak isak protes ke istriku " semua sudah tidak sayang aku....semua cuma sayang bunga...." .
Tampilkan postingan dengan label Sosialita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosialita. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Mei 2012
Ketika sang kakak mendapat adik baru
Pagi ini anakku bangun tidur menangis karena mendapati kamarnya kosong. Aku sedang mandi sedangkan istriku sedang memandikan si dede yang baru lahir Jumat kemarin. Sang kakak sambil terisak isak protes ke istriku " semua sudah tidak sayang aku....semua cuma sayang bunga...." .
Selasa, 01 Mei 2012
Penyelesaian
Setiap orang mempunyai caranya masing – masing untuk menyelesaikan sakit hatinya. Sebagian memilih untuk berlari, menyingkir dari hal yang telah menyakitinya. Entah oleh sebuah perjalanan, atau bahkan berpindah ke kota lainnya, atau apapun yang bisa membuatnya menjauh. Termasuk dengan melarikan perasaan ke seseorang / sesuatu yang baru. Mereka meyakini, semakin jauh dari masalah, semakin cepat sakit hati selesai. Entah benar – benar selesai, atau membiarkan begitu saja lalu melupa. Dan mereka akan terus menjauh, menjauh dan menjauh. Suatu waktu, kembali ke masa lalu seperti sebuah mimpi buruk. Beberapa lainnya berpura – pura untuk tidak sakit hati. Mereka tetap berada disitu, menjalankan kehidupan seperti sebelumnya, tersenyum seperti sediakala. Bahkan diantaranya tersenyum dengan berlebihan sambil mengatakan bahwa dia baik – baik saja. Terus saja mengucapkan mantra yang sama, berharap sakit selesai dengan cara mengabaikannya. hingga pada suatu waktu, mereka akan kelelahan. Pada sakit hati yang ternyata belum usai, dan pada kepura-puraan akan sakit yang disangkal tapi selalu ada.
Label:
Allah,
Penyelesaian,
sakit hati,
Sosialita
"Semua Orang Itu Bisa" Adalah Kalimat Yang Menyesatkan
Saya sedang membaca sebuah biografi tentang salah satu orang terkaya di jagad ini. Mengapa saya membacanya? Terus terang, saya ingin ikutan jadi kaya seperti dia! hahaa.. Siapa sih, yang tak ingin kaya raya? jujur sajalah... :D Saya berharap setelah membaca bukunya, saya bisa mengcopy paste trik-trik yang dilakukannya untuk menjadi kaya. Setelah membaca bukunya lebih mendalam, hasilnya, saya tercengang. Saya memang sangat berbeda dengannya, terutama soal naluri dan nyali. Pengusaha kaya sejagad ini bermain saham untuk menumpuk kekayaannya. Ia membeli saham ketika pasar sedang jatuh, dan berani masuk ketika orang lain takut. dan hasilnya ia petik dan rasakan dalam jangka panjang - begitu kata buku yang saya baca. Saya makin salut dengan dia.Dhueeerrr....saya jadi nyadar, saya ingin copy paste dia, tapi tak memiliki instrumen yang ia miliki. Saya tak punya nyali seperti dia, jadi kalau mau kaya seperti dia, tak hanya membaca bukunya, copy paste, lantas sukses. Tapi nyali dan luck juga diperlukan. Maka saya surutkan niat untuk mencopy paste trik-triknya mengumpulkan dollar. Ngomong-ngomong, saya juga pernah bermain bursa, tapi bursa berjangka, dan hasilnya ya gitu deh. hehehe...
Label:
Dessy Ratnasari,
kaya,
MLM,
semua orang bisa,
Sosialita,
Warren Buffet
Kematian (sekedar tulisan untuk seorang kawan)
Di tengah kesimpangsiuran berita tentang kawan kita,apakah ia wafat atau tidak setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang dahsyat, di tengah perasaan duka yang mendalam ini saya dibombardir pertanyaan : makna apa yang dihadirkan oleh berita berpulangnya kawan kita di umurnya yang masih muda ini ?
Label:
kawan,
kecelakaan,
kematian,
love,
Sosialita,
Stephen.R. Covey,
Tejo Hudoro
Minggu, 29 April 2012
Arti Sahabat
Sahabat menurut Wikipedia.org adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Ada empat kata kunci yang disebutkan di situ, yaitu menginginkan yang terbaik di antara mereka, simpati/empati, kejujuran, dan saling pengertian.
Kamis, 19 April 2012
Rakyat Indonesia kurang bersyukur?
Mengikuti hiruk pikuk politik saat memang bikin pusing kepala. Masyarakat semakin hari semakin muak dengan tingkah polah para pemimpinnya. Mereka seperti sudah tidak perduli dengan kondisi yang ada dilapangan. Rakyat sudah mecari jalan sendiri-sendiri untuk mencari kekayaan. Pertanyaannya apakah masyarakat Indonesia sudah merasa bahagia?
Langganan:
Postingan (Atom)